Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Berita Terpopuler

Iklan

Tag Terpopuler

Leonardy Harmainy Tegaskan Ramadan Bukan Sekadar Puasa, Tapi Penguatan Iman dan Persaudaraan

Rabu, 18 Februari 2026 | Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T12:58:27Z


PADANG
, SUMBAR | Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana religius mulai terasa di berbagai penjuru Sumatera Barat. Masjid dan musala bersolek menyambut jamaah, masyarakat saling bermaafan, dan semangat memperbaiki diri kian menguat. Dalam momentum penuh berkah ini, Leonardy Harmainy menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam, seraya mengajak menjadikan Ramadan sebagai ruang mempererat persatuan.

Menurut Leonardy Harmainy, Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna. Puasa melatih kesabaran, menumbuhkan empati, serta membentuk pribadi yang lebih bijak dalam menyikapi perbedaan. Ia menegaskan bahwa ibadah tidak hanya berdimensi vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga horizontal kepada sesama manusia.

Leonardy Harmainy menyoroti bahwa perbedaan adalah keniscayaan dalam kehidupan bermasyarakat. Baik perbedaan pandangan, pilihan, maupun latar belakang sosial, semuanya adalah bagian dari kehendak Allah SWT. “Perbedaan adalah rahmat Allah. Jangan jadikan itu sebagai sumber perpecahan, melainkan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai waktu terbaik untuk introspeksi diri. Membersihkan hati dari prasangka, menahan lisan dari ucapan yang menyakiti, serta memperbanyak amal kebajikan adalah esensi dari ibadah puasa yang sesungguhnya. Ramadan, menurutnya, adalah madrasah yang membentuk karakter manusia agar lebih santun dan rendah hati.

Dalam konteks kehidupan sosial yang dinamis, Leonardy Harmainy berharap nilai-nilai Ramadan mampu menjadi perekat kebersamaan. Ia menilai, kedamaian tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari kesediaan untuk saling memahami dan menghormati.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat kepedulian sosial. Bulan suci adalah momentum berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Melalui zakat, infak, dan sedekah, masyarakat diajak untuk menghadirkan kebahagiaan bagi sesama, sehingga keberkahan Ramadan benar-benar dirasakan secara luas.

Leonardy Harmainy juga menaruh harapan besar kepada generasi muda. Ia mendorong agar anak-anak muda memanfaatkan Ramadan dengan kegiatan positif, memperdalam pemahaman agama, serta menjauhi hal-hal yang dapat merusak nilai ibadah. Menurutnya, masa depan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh karakter generasi mudanya.

Ia menambahkan bahwa menjaga harmoni di tengah keberagaman adalah tanggung jawab bersama. Ramadan harus menjadi momentum memperkuat silaturahmi, bukan justru membuka ruang konflik akibat perbedaan yang dibesar-besarkan.

Menutup pesannya, Leonardy Harmainy berharap Ramadan 1447 H membawa kedamaian, keberkahan, dan kemajuan bagi Sumatera Barat serta Indonesia secara umum. Ia mengajak seluruh umat Islam menjalani ibadah dengan penuh keikhlasan dan semangat persatuan.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan Ramadan tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai momentum mempererat ukhuwah dan memperkuat iman,” tutup Leonardy Harmainy penuh harap.


TIM RMO

×
Berita Terbaru Update